Kamis, 04 Februari 2016

World in Future

Bagaimana Keadaan Bumi di masa depan?

      Banyak orang yang berangan angan tentang rupa bumi di masa depan. Ada yang mengatakan bahwa bumi akan semakin berkembang pesat, namun ada pula yang mengatakan Bumi semakin hancur. So who is right?, kita gak tahu siapa yang paling benar dan siapa yg salah karena itu semua adalah rahasia Tuhan yme dan semuanya sudah direncanakannya
     Inilah beberapa  prediksi para ahli pakar mengenai rupa bumi di masa depan
  
  Masa Depan Kita
di Planet yang Semakin Panas
Oleh Group Berita AS ( Asal bahasa Inggris)
Apabila pemanasan global terus berlanjut pada suhu tertentu maka kita akan menghadapi kepunahan. Jadi apa yang sebenarnya akan terjadi apabila bumi terus memanas?
Jurnalis dan penyiar acara lingkungan hidup asal Inggris, Tuan Mark Lynas, melakukan perjalanan selama 3 tahun yang mengelilingi 5 benua untuk menyaksikan berbagai perubahan karena dampak pemanasan global. Dari mencairnya tundra di Alaska, tenggelamnya pulau di Pasifik dari negara bagian dari Tuvalu, dan bertambahnya dataran tandus di pedalaman Mongolia sampai pada lenyapnya lapisan es di Peru dan banjir, serta badai yang menyebabkan erosi di China. Tuan Lynas secara pribadi mengumpulkan semua bukti yang dikumpulkan dalam bukunya mengenai perubahan iklim, High Tide: The Truth About Our Climate Crisis (Gelombang Besar: Kenyataan Mengenai Krisis Perubahan Iklim Kita).
Setelah itu, dalam waktu singkat Tuan Lynas mempelajari lebih mendalam tentang berbagai bukti ilmiah serta rasional mengenai efek pemakaian bahan bakar fosil terhadap iklim, lingkungan, dan kehidupan di planet ini. Beliau menghabiskan waktunya beberapa bulan di perpustakaan ilmiah Radcliffe di Universitas Oxford untuk membaca ribuan buku literatur ilmiah yang telah dianalisa secara mendalam sebelum mempublikasikan buku kejutannya yang kedua, Six Degrees: Our Future on a Hotter Planet (Enam Derajat: Masa Depan Kita di Planet yang Semakin Panas); sebagai media lain untuk membangkitkan kesadaran.
Buku terbarunya secara sistematik membahas perubahan iklim berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian secara ilmiah dengan penggunaan aplikasi komputer tahap lanjut  dan juga pencarian secara palaeoclimatic untuk menelusuri sejarah bumi yang memberikan gambaran akan pemanasan iklim di masa mendatang dan akibat yang akan dihadapi. Selain itu ia juga meneliti periode-periode dari perubahan iklim dramatik sebelumnya melalui proses alami dan meramalkan akan efek menakutkan dari pemanasan global yang akan dihadapi semua kehidupan dan lingkungan di planet ini.
Derajat demi derajat, satu derajat per bab. Enam Derajat disusun berdasarkan “Laporan Perkiraan Ketiga” dari Panel Antar Pemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) tahun 2001 (http:/www.ipcc.ch). Pada setiap halaman, efek dari peningkatan temperatur di bumi dan lapisan biosfernya digambarkan dalam realitas yang menguatirkan.
Kenaikan suhu 1ºC sampai 3ºC merupakan “titik puncak”, tetapi jika naik sampai pada 6 ºC maka peningkatan ini dapat menyebabkan kepunahan pada hampir semua kehidupan, termasuk manusia! Sulit dibayangkan jika perilaku dari manusia sendiri yang menyebabkan kerusakan dan penderitaan yang tidak diharapkan. Kita telah membahayakan planet ini dan berada di ambang kehilangan momentum apabila kita tidak bertindak secepatnya untuk membatasi efek emisi gas rumah kaca.
Kenaikan Suhu 1 Derajat:
Pada kenaikan suhu 1 derajat, Kutub Utara akan kehilangan es setengah tahun penuh, Atlantik Selatan yang sebelumnya tidak ada badai akan mengalami serangan badai dan di barat AS terjadi kekeringan parah yang mengakibatkan banyak penduduk menderita.
Kenaikan Suhu 2 Derajat
Beruang kutub berjuang untuk hidup saat lapisan es mencair. Lapisan es di Greenland mulai menghilang, sedangkan batu karang menjadi lenyap. Permukaan air laut mengalami kenaikan 7 meter secara global.
Kenaikan Suhu 3 Derajat
Hutan hujan di Amazon mengering dan pola cuaca El Nino bertambah intensitasnya menjadi sesuatu yang biasa. Eropa secara berulang mengalami musim panas yang teramat panas yang sangat jarang terjadi sebelumnya. Jutaan dan milyaran orang akan berpindah dari sub tropik menuju daerah pertengahan garis lintang.
Kenaikan Suhu 4 Derajat
Air laut akan meninggi dan meluap membanjiri kota-kota di daerah pesisir. Menghilangnya lapisan es akan mengurangi banyak persediaan air tawar. Suatu bagian di Kutub Selatan akan tenggelam dan menyebabkan area air yang meluap semakin jauh. Temperatur musim panas di London akan menjadi 45ºC.
Kenaikan Suhu 5 Derajat
Daerah yang tidak bisa dihuni semakin menyebar, tumpukan es dan air tanah sebagai sumber air untuk kota-kota besar akan mengering dan jutaan pengungsi akan bertambah. Kebudayaan manusia akan mulai menghilang seiring dengan perubahan iklim yang dramatik ini. Dalam hal ini kelompok yang kurang mampu sepertinya akan menjadi paling menderita. Tidak ada lagi es yang tersisa pada kedua kutub seiring dengan punahnya bermacam species di lautan dan tsunami dalam skala besar memusnahkan kehidupan dekat pantai.
Kenaikan Suhu 6 Derajat
Pada kenaikan suhu 6 derajat, kepunahan massal sebesar 95% akan terjadi; makhluk yang masih hidup akan mengalami serangan badai dan banjir besar yang terus menerus; hidrogen sulfat dan kebakaran akibat gas metana akan menjadi hal yang biasa. Gas ini berpotensi menjadi bom atom dan tidak ada yang mampu bertahan hidup kecuali bakteri. Hal ini akan menjadi “skenario hari kiamat.”
Hal yang lebih menguatirkan adalah karena kompleksnya ekosistem di planet ini, kenyataan akan perubahan iklim ini dapat menjadi lebih buruk dibandingkan dengan perkiraan yang dilakukan secara ilmiah! Prediksi akan efek dari perubahan iklim sangat menguatirkan. Saat menganalisa ulang seluruh data yang ia kumpulkan, Tuan Lynas berpikir, mungkin ia “harus merahasiakan semuanya” karena kebenarannya sangat “menakutkan.” Sebenarnya, beberapa dari perkiraan mulai menjadi kenyataan, sebagai contoh, gelombang panas saat musim panas di Eropa telah mulai mempengaruhi kesehatan manusia, khususnya para manula. Cuaca yang memanas juga menyebabkan malaria dan penyakit lainnya yang bertambah secara regional. Pemanasan global telah membuat lapisan es di China menyusut 7% setiap tahunnya, hal ini dapat berakibat kerusakan yang lebih besar dan memberi efek kepada 300 juta jiwa yang sangat menggantungkan kebutuhan air mereka dari situ. Di India, mencairnya es yang sangat cepat telah menyebabkan 70.000 orang harus pindah dari Pulau Lohachara yang tenggelam, dan kenaikan permukaan laut telah menyebabkan dipindahkannya 20.000 penduduk yang tinggal di dataran paling rendah di Kepulauan Duke of York pada tahun 2000. Pada keadaan yang rentan dari ekosistem serta sistem sosial yang saling terkait satu sama lainnya, planet yang semakin panas juga menyebabkan rantai reaksi yang memicu terjadinya kelangkaan makanan dan air seiring dengan bertambahnya pengungsi sebagai akibat perubahan iklim.
Akan tetapi, Tuan Lynas tidak berniat membuat pembaca pesimis akan masa depan planet ini. Sebaliknya dia menyampaikan peringatan dini secara jelas dan mendesak perhatian internasional  akan diperlukannya usaha bersama untuk mengatasi pemanasan  global seperti “mengambil tabung pemadam dan memadamkan api.” Tidak diragukan lagi bahwa “api’ tersebut timbul sebagai akibat yang berkaitan dengan perilaku manusia dan berdasarkan analisis data, berbagai jenis emisi yang menyebabkan kenaikan temperature; dan waktu yang tersisa kurang dari 1 dekade saat kenaikan mencapai puncak ‘enam derajat’! Sesuai indikasi yang tercantum di bagan, kita telah mendekati tingkat 2 derajat, dengan demikian pilihan kita satu-satunya adalah bertindak secepat mungkin serta mengurangi emisi karbon dan metana.
     
 
Quote:Bumi berada dalam keadaan yang terus-menerus berubah. Entah oleh perilaku manusia ataupun akibat kemungkinan yang terjadi pada tata surya. Dibawah ini adalah 10 peristiwa besar yang berdasarkan perhitungan para ahli mungkin akan dialami bumi pada masa milliaran tahun yang akan datang. Cekidot gan.... 
                   
               PERISTIWA PERISTIWA YANG AKAN MUNCUL DI BUMI PADA MASA DEPAN
1.Munculnya Laut Baru
2.Tumbukan Meteor Besar
3.Semburan Sinar Gamma

4. Pangaea Ultima
5. Tak Layak Huni
6. Hilangnya Medan Magnet
7. Solar System Calamit
8. Langit Malam Baru
 9.Cincin puing2  10 Penghancuran

 

Planet Alien Kepler-186f dan Ancaman Kepunahan Manusia

       
              Temuan  Kepler-186f di konstelasi Cygnus sebagai planet terbaru memang kabar mengembirakan. Tapi, sebaliknya, dianggap meningkatkan posibilitas kepunahan manusia dalam jangka pendek. Itu sesuai dengan konsep yang disebut  Great Filter.
Great Filter adalah argumen yang berusaha menyelesaikan Paradoks Fermi (Fermi Paradox) -- kontradiksi yang nyata antara tingginya kemungkinan adanya peradaban ekstraterrestrial dengan ketiadaan bukti atau kontak dengan mereka.
Padahal, ukuran dan umur alam semesta menunjukkan bahwa seharusnya ada banyak peradaban berteknologi maju di luar planet manusia. Namun, hipotesis ini tampaknya tidak konsisten dengan kurangnya bukti pengamatan untuk mendukungnya. Pernyataan mendasarnya adalah: di mana (alien) berada?
Fisikawan Enrico Fermi meyakini, adalah hal luar biasa mengapa tak pernah ada sinyal ekstraterresterial atau teknologi alien yang terdeteksi.
Maka ia berpikir, pastilah ada semacam penghalang yang mencegah munculnya kehidupan makhluk cerdas (semacam manusia), yang memiliki teknologi tinggi, dan berpeluang menjajah peradaban lain di angkasa. Kita bisa mengumpamakan penghalang itu sebagai 'Great Filter'.
Namun, apa sebenarnya yang jadi Great Filter alias hambatan itu telah menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan 50 tahun lamanya. Ada yang menduga, itu karena terbatasnya jumlah planet mirip Bumi atau tidak adanya kemampuan mereplika molekul atau tak mampu melakukan lompatan dari sel prokariotik -- sel yang tidak memiliki selaput inti -- menjadi sel eukariotik yang lebih kompleks. Di Bumi proses itu makan waktu miliaran tahun.
Sementara, para pendukung hipotesis 'Rare Earth'  berpendapat bahwa evolusi kehidupan yang kompleks memerlukan kondisi sempurna. Seperti misalnya yang terjadi pada Bumi. Planet manusia berada di zona habitasi Matahari -- bintang yang cukup jauh dari pusat galaksi untuk menghindari radiasi yang merusak, atmosfer cukup tebal untuk membakar asteroid yang masuk Bumi, dan Bulan luar biasa besar yang menstabilkan kemiringan sumbu -- yang memberi kita musim yang berbeda.
Great Filter diyakini mencegah munculnya peradaban antar-bintang. Masalahnya kita tak tahu apakah itu masa lalu atau masa depan manusia.
Selama 200 ribu tahun, spesies manusia selamat dari malapetaka letusan supervolkano, tabrakan asteroid, dan pandemi penyakit. Namun, rekam jejak kita sebagai penyintas (survivor) bisa jadi terbatas hanya dalam beberapa dekade. Faktor pemicunya perang nuklir, misalnya. Atau sebab lain seperti bioteknologi yang berpotensi bencana. Sejumlah ilmuwan termasuk Stephen Hawking, Max Tegmark, Stuart Russell, dan Cambridge Centre mengkhawatirkan eksistensi mesin super cerdas yang bisa jadi menyingkirkan supremasi manusia di planet ini.
Awalnya, Fermi Paradox berasumsi bahwa planet-planet mirip Bumi adalah langka. Namun, fakta membuktikan, sejumlah temuan astronomi telah mengungkapkan adanya ratusan eksoplanet. Hambatan dari sisi jumlah hilang. Jadi Great Filter mungkin bersembunyi di jalur antara planet layak huni dan peradaban yang sedang berkembang .
Jika Kepler-186f ternyata penuh dengan kehidupan cerdas, maka itu akan menjadi berita yang sangat buruk bagi umat manusia. Itu akan mendorong posisi Great Filter ke dalam tahap teknologi perkembangan peradaban. Bencana bisa saja menanti, bagi Bumi atau rekan ekstraterresterial di mana kehidupan alien berada.
Menurut teori Great Filter, menemukan makhluk di planet lain dalam tata surya akan menunjukkan bahwa munculnya kehidupan bukanlah hal langka. Jika ada dua kehidupan dalam tata surya, maka itu bisa terjadi jutaan di seluruh galaksi. Artinya, Great Filter tidak terjadi dalam kehidupan awal di sebuah planet. Ia mungkin akan datang belakangan.
Jika Great Filter ada di masa depan, untuk kasus Bumi, itu berarti beberapa peristiwa besar yang menanti manusia suatu ketika -- seperti kepunahan --  yang akan mencegah manusia menjelajah ke bagian lain dari galaksi.
"Jadi, berharap saja Kepler-186f kering kerontang dan tak ada kehidupan," kata Andrew Snyder-Beattie dari University of Oxford, seperti Liputan6.com kutip dari SPACE.com.
Dalam kasus Kepler-186f, makhluk cerdas mungkin tak ada di sana. Atmosfernya mungkin terlalu tipis untuk mencegah pembekuan, atau tak ada pasang surut di sana sehingga lingkungannya relatif statis. Bahwa ia kemungkinan tak bisa menopang kehidupan harus dirayakan. Untung saja! Seperti yang pernah diungkap filsuf Nick Bostrom:
"Kesunyian langit malam adalah emas...dalam pencarian kehidupan di luar Bumi, tidak ada berita berarti kabar bagus. Karena itu menjanjikan potensi masa depan bagi umat manusia…"
 

Lebih dari 20 Ribu Spesies Hewan dan Tumbuhan Terancam Punah

Diperbaharui 17 November 2014, 18:30 AEDT
Dalam laporannya, Serikat Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) memperingatkan, lebih dari 20.000 spesies hewan dan tumbuhan di dunia tengah menghadapi kepunahan.
Temuan baru, yang memperbarui daftar merah dari spesies yang terancam punah ini, mensurvei 76.199 spesies tumbuhan serta hewan dan menunjukkan bahwa 22.413 di antaranya kini mengalami ancaman kepunahan.
Sejak November tahun lalu, 33 spesies telah dinyatakan punah, termasuk serangga kecil bernama ‘earwig’.
IUCN mengatakan, tuna sirip biru dari wilayah Pasifik kini dikategorikan ‘rentan’ punah setelah penangkapan besar-besaran untuk industri ikan.
IUCN mengatakan, tuna sirip biru dari wilayah Pasifik kini dikategorikan ‘rentan’ punah setelah penangkapan besar-besaran untuk industri ikan.
Earwig raksasa dari St. Helena bisa tumbuh sepanjang 80 milimeter dan tak terlihat sejak tahun 1967.
“Sejak awal 1960an, habitatnya telah rusak oleh penghapusan hampir seluruh tempat berpermukaan batu, yang jadi tempat berlindungnya, demi kepentingan konstruksi," kata laporan itu.
"Peningkatan tekanan predator dari tikus dan invertebrata predator yang mengganggu juga telah berkontribusi terhadap kepunahan ‘earwig’," tambah laporan IUCN.
Sementara itu, tuna sirip biru dari wilayah Pasifik telah berpindah dari kategori "tak mengkhawatirkan" ke kategori "rentan", yang artinya kelangsungan hidupnya sedang terancam.
IUCN mengatakan, spesies ini secara diburu secara ekstensif oleh industri perikanan, untuk pasar sushi dan sashimi di Asia.
"Planet kita terus kehilangan keanekaragaman hidup yang luar biasa, terutama karena tindakan destruktif kita untuk memuaskan selera yang meningkat akan sumber daya," kata Direktur Jenderal IUCN, Julia Marton-Lefevre.
"Tapi kami memiliki bukti ilmiah bahwa kawasan lindung dapat memainkan peran sentral dalam membalikkan tren ini," imbuhnya.
Kupu-kupu hitam asli negara bagian New South Wales ditempatkan pada daftar spesies yang "terancam punah."
"Spesies ini terancam utamanya disebabkan oleh invasi gulma dan pembangunan daerah pesisir yang menghancurkan habitatnya," kata laporan itu.
Perburuan adalah alasan utama mengapa banyak hewan ditempatkan pada daftar spesies yang terancam punah, terutama di Afrika. Namun seorang mantan tentara khusus Australia berharap agar dirinya mampu membendung kepunahan.
Damien Mander bekerja di Angkatan Laut Australia sebagai penyelam, kemudian menjadi pasukan penembak khusus.
Setelah menghabiskan waktu untuk melatih para tentara di Irak sebagai seorang kontraktor militer swasta, ia bertolak ke Afrika untuk bergabung dalam unit anti-perburuan.
"Sepanjang perbatasan Mozambik dan Afrika Selatan, Anda melihat pemberontakan dengan tingkat yang rendah, dan Anda dihadapkan pada kelompok sindikat kriminal yang sangat terlatih, yang menyeberang ke Afrika Selatan menggunakan senapan otomatis dan bertenaga tinggi, hanya untuk memburu badak , "katanya.
Ia menyambung, "Ini sangat disayangkan, seseorang dengan keahlian seperti saya diperlukan untuk konservasi - tapi ini adalah dunia yang kita buat sendiri untuk dikelola.”

       Itulah beberapa prediksi tentang keadaan bumi di masa depan, meskipun lebih banyak prediksi yang mengatakan bahwa bumi di masa depan akan semakin buruk, namun kita masih punya kesempatan untuk memperbaikinya selama masih ada niat,usaha dan tekad yang menyertainya.

sekian dari saya maaf, apabila ada kesalahan dalam penulisannya mohon diberikan saran yang sebaik baiknya.
TERIMA KASIH

SUMBER:google.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar